Minggu, 01 Desember 2013

Manfaat Daun Sirsak

Manfaat Daun Sirsak

Penyakit tidak pandang bulu baik yang tua maupun yang muda bias saja terkena penyakit. Tergantung bagaimana cara kita untuk mencegah dan mengobatinya disini saya akan berbagi informasi tentang khasiat berobat secara alami dengan daun sirsak.
Daun sirsak dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan berbagai pernyakit. Daun sirsak juga bisa membunuh sel-sel kanker lebih cepat dan aman dibanding harus melakukan kemoterapi yang memiliki banyak efek samping dan biayanya juga sangat mahal. 
Berikut ini manfaat-manfaat dari dun sirsak seperti, mencegah kangker, menyembuhkan asam urat, menyembuhkan diare pada bayi, menyembuhkan eksim serta rematik.
Lankah-langkah menbuat obat dari daun sirsak.
Untuk mencegah kangker :
Mula – mula ambilah 10 lembar daun sirsak yang telah tua serta dalam situasi yang baik. lalu bersihkan dengan air bersih. lalu rebus dengan tiga gelas air, serta biarlah mendidih sampai cuma tersisi satu gelas. Tunggulah air rebusan hingga dingin, aturan minumnya 2 x 1 hari selama 1 minggu. apabila memliki dampak yang baik, maka bisa teruskan meminum air rebusan tersebut.
Menyembuhkan asam urat :
langkahnya  sama seperti di atas daun sirsak yang telah cukup tua namun tetap hijau, ambil kurang lebih 6 sampai 10 lembar lalu bersihkan sampai bersih. setelah itu daun sirsak dipotong-potong dengan tujuan meyakinkan kandungan sari pada daun benar benar keluar. rebus daun tersebut dengan dua gelas air, biarlah mendidih sampai air tersisa satu gelas. minum ramuan tersebut dua kali sehari
Menyembuhkan eksim dan rematik :
Tumbuk daun sirsak sampai halus serta tempelkan dibagian tubuh yang dirasa ngilu atau sakit dikarenakan rematik atau eksim dengan teratur. Lakukan dua kali sehari.
Semoga bermanfaat.

Sumber : http://manfaatdaunbuah.blogspot.com/2013/08/manfaat-daun-sirsak-untuk-kesehatan-dan.html

Bahasa Indonesia 1 tulisan 2

Bahasa Indonesia 1 tulisan 1

Waktu liburan semester dua, saya berlibur ke waterboom  lipo cikarang, bersama teman-teman saya, kami merencanakan untuk pergi berlibur  sudah lama, tetapi karena jadwal kuliah yang padat akhirnya pada waktu liburanlah kami bias berangkat.
Setelah berunding kami sepakat untuk berangkat jam delapan pagi dari kosan salah satu teman saya, karena salingtung menunggu kami pun berangkat jam Sembilan, seperti biasa sebelum pergi ke tempat berlibur kami selalu berfoto untung mengabadikan moment.
Saya dan teman-teman berangkat dengan motor, setengah jam perjalanan, semua biasa saja setelah memasuki daerah cibitung ada kejadian yang lucu, karena saya baru pertama kali melewati daerah tersebut, saya tidak tahu kalo daerah tersebut jalanannya berlubang dan berlumpur, pada saat melintasi jalan tersebut  jalanannya macet karena banyak pengendara lain, mengemudikan kendaraannya dengan pelan-pelan, untuk menghindari lubang-lubang yang ada di jalan raya.
 mau tidak mau saya harus menurunkan kaki saya ke jalan, pada hal jalanan itu berlumpur, sepatu saya yang tadinya bersih dan berwarna hitam karena terkena lumpur jadi berwarna coklat, teman-teman saya semua terwa karena melihat sepatu saya yang kotor dengan lumpur.
Setelah melewati jalan yang berlubang akhirnya kami sampai juga di cikarang, kami  tidak tahu kemana arah jalan menuju ke waterboom, kami bertanya-tanya ke orang – orang di daerah san akhirnya kami pun sampai di waterbom.
Kami membeli tiket dengan menggunakan atm BRI, agar mendapat diskon, maklum anak kuliah mencari yang murah-murah. Kami pun menyewa loker untuk menyimpan tas, setelah siap dengan pakaian renang kami pun bergegas menuju kolam,
Setengah jam kami bermain dikolam kami pun sepakat untuk menyewa perahu karet, agar bias berenang di kolam arus, dan bias berseluncung menggunakan ban tersebut kami berenang  cukup lama, kami pun akhirnya makan karena perut sudah berirama.
Perut pun kenyang kami melanjutkan main airnya lagi, hingga tak terasa sudah sore, kami mulai bersih-bersih karena perjalanan masih cukup jauh untuk sampai dirumah. Kami pun sudah siap untuk berangkat pulang, seperti biasa kami berfoto-foto terlebih dulu,
Di perjalannan pulang setelah lelah berenang saya harus menahan sabar karena jalan macet, maklum daerah cikarang cibitung banyak PT, dan kami pulang berbarengan dengan jam pulang kerja. Sekitar dua jam barulah kami sampai di daerah bekasi, kami pun pulang kermah masing-masing dengan selamat





Bahasa Indonesia 1 tulisan 1

 Bahasa Indonesia 1 tulisan 1

Curug Cilember atau Curug 7 Cilember terletak di Desa Jogjogan Kecamatan Cipayung Bogor. Curug ini merupakan salah satu dari air terjun yang memiliki pesona keindahan. Alamnya sangat menyegarkan, asri dan sejuk. Curug Cilember yang mempunyai tujuh air terjun pada lokasi yang berbeda-beda, dan air terjun tertinggi mencapai 40 meter. Semakin kecil nominal angkanya, maka semakin tinggi pula letak air terjun tersebut.
Pengalaman saya kecurug cilember ini, sangat seru, karena saya pergi bersama teman-teman dan pacar tercinta, hehehe. Perjalan kecurug ini tidaklah sulit setelah sampai di jalan raya puncak, kita akan melewati  Cimory dan Taman Matahari, tidak lama kita akan melihat plang hijau penunjuk arah menuju Curug 7 Cilember, plang ini berada di sebelah kiri jalan.
jalan masuk menuju gerbang curug lumayan sempit, tetapi jalanannya sudah ber aspal jadi perjalan tetap nyaman. Setelah sampai di pintu gerbang curug cilember suasana semakin terasa sejuk, di sana disediakan fasilitas parkir motor dan penitipan helm namun untuk biaya parker satu motor dan penitipan helm sebesar sepuluh ribu.
Setelah parkir motor kami menuju gerbang masuk disini kita harus membayar sepuluh ribu rupiah utuk satu orang. Setelah itu kami semua berjalan menuju ke air terjun, jalan lumayan mendaki setelah berjalan sekitar dua puluh menit akhirnya kami sampai di curug yang pertama yaitu curug ke tujuh, curug ini yang paling ramai di kunjungi karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pintu gerbang.
Tidak puas dengan curug ke tujuh kami melanjutkan perjalanan menuju ke curug ke lima perjalanan semakin seru, di perjalanan agar tidak terasa cape, kita berfoto-foto, setelah sekitar tiga puluh menit berjalan akhirnya kami sampai di curug ke lima, rasa capa seketika hilang ketika melihat indahnya air terjun,.
Kami berfoto-foto dan bermain air, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tiga, kami pun bergegas untuk turun dari curug ke lima, agar tidak terlalu gelap, karena kalau setiap sore di daerah bogor sering turun kabut, sehingga mengurangi jarak pandang.
Perjalanan turun lebih sulit karena jalannya turun dan kita harus menanhan beban kita. Setelah berjalan cukup lama akhirnya kami sampai di pintu gerbang curug, setelah berfoto-foto, kami bergegas menuju parkiran motor, karena perjalan kami untuk sampai kerumah masing-masing masih cukup jauh. Sekian cerita saya pada waktu berlibur ke curug cilember

Jumat, 08 November 2013

Perbaikan Penulisan




Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia.  bahasa Indonesia telah menjadi salah satu bahasa untuk berkomunikasi di Madinah dan Makkah. Tidak jarang akan kita jumpai para pedagang, penduduk setempat, pegawai perhotelan, dan orang-orang umum lainnya di Arab Saudi sana berbicara bahasa Indonesia, padahal mereka itu terkadang ada yang bukan orang Indonesia tapi mereka adalah keturunan Arab tulen. 

 Berikut ini merupakan contoh kalimat bahasa Indonesia yang saya kutip dari TRIBUNNEWS.COM, MADINAH  “Ayo hajah lihat-lihat dulu, murah, murah, sepuluh riyal, duapuluh riyal, murah-murah, bisa kurang.” Begitulah kata-kata yang diucapkan sejumlah pedagang di Kota Madinah maupun Kota Mekkah saat mereka melihat wajah-wajah orang Indonesia yang melintas di depan toko mereka. 

Seolah tahu bahwa yang lewat adalah orang Indonesia, para pedagang spontan menawarkan dagangan mereka dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Hampir semua pedagang mulai dari pedagang perhiasan, pedagang perlengkapan Islami seperti Alquran, sajadah dan lain-lain hingga pedagang pakaian cukup fasih berbahasa Indonesia. 

Bahkan tidak jarang para pedangang dengan pembeli dari negara Indonesia saling tawar menawar harga barang, dengan menggunakan bahasa indonesia. Dan yang lebih mengagumkan mereka ternyata belajar bahasa indonesia dengan cara belajar dari para pembeli dari negara indonesia

Walaupun para pedagang itu tidak menguasai bahasa indonesia sepenuhnya, hanya mengucapkan kata-kata yang umum seputar harga barang yang di tawarkan, dan cara menawarkan barang.

Untuk sekarang ini Bahasa indonesia sudah banyak di kenal di bangsa arab, jadi orang-orang indonesia yang ingin pergi ke arab saudi untuk menunaikan ibadah haji dan umroh atau pun keperluan lainnya tidak perlu khawatir, karena bahasa indonesia cukup di kenal oleh masyarakat di sana.

Yang berwarna hijau di atas, itu adalah kata-kata yang salah dalam penggunaan EYD. Seharusnya kata-katanya sebagai berikut :
bahasa  : Bahasa, karena setelah kata bahasa terdapat kata Indonesia jadi penulisan yang benar Bahasa Indonesia
negara : Negara, karena setelah kata  negara terdapat  kata Indonesia jadi penulisan yang benar  Negara Indonesia
arab : Arab, karena nama negara jadi penulisan harus di awali dengan huruf besar
Penulisan yang sudah saya benarkan untuk artikel ini.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Bahasa Indonesia telah menjadi salah satu bahasa untuk berkomunikasi di Madinah dan Makkah. Tidak jarang akan kita jumpai para pedagang, penduduk setempat, pegawai perhotelan, dan orang-orang umum lainnya di Arab Saudi sana berbicara bahasa Indonesia, padahal mereka itu terkadang ada yang bukan orang Indonesia tapi mereka adalah keturunan Arab tulen. 

 Berikut ini merupakan contoh kalimat bahasa Indonesia yang saya kutip dari TRIBUNNEWS.COM, MADINAH  “Ayo hajah lihat-lihat dulu, murah, murah, sepuluh riyal, duapuluh riyal, murah-murah, bisa kurang.” Begitulah kata-kata yang diucapkan sejumlah pedagang di Kota Madinah maupun Kota Mekkah saat mereka melihat wajah-wajah orang Indonesia yang melintas di depan toko mereka. 

Seolah tahu bahwa yang lewat adalah orang Indonesia, para pedagang spontan menawarkan dagangan mereka dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Hampir semua pedagang mulai dari pedagang perhiasan, pedagang perlengkapan Islami seperti Alquran, sajadah dan lain-lain hingga pedagang pakaian cukup fasih berbahasa Indonesia. 

Bahkan tidak jarang para pedangang dengan pembeli dari Negara Indonesia saling tawar menawar harga barang, dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Dan yang lebih mengagumkan mereka ternyata belajar Bahasa Indonesia dengan cara belajar dari para pembeli dari Negara Indonesia
.
Walaupun para pedagang itu tidak menguasai Bahasa Indonesia sepenuhnya, hanya mengucapkan kata-kata yang umum seputar harga barang yang di tawarkan, dan cara menawarkan barang.

Untuk sekarang ini Bahasa Indonesia sudah banyak di kenal di bangsa Arab, jadi orang-orang Indonesia yang ingin pergi ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji dan umroh atau pun keperluan lainnya tidak perlu khawatir, karena Bahasa Indonesia cukup di kenal oleh masyarakat di sana.


Jumat, 18 Oktober 2013

Sepak Terjang Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia.  bahasa Indonesia telah menjadi salah satu bahasa untuk berkomunikasi di Madinah dan Makkah. Tidak jarang akan kita jumpai para pedagang, penduduk setempat, pegawai perhotelan, dan orang-orang umum lainnya di Arab Saudi sana berbicara bahasa Indonesia, padahal mereka itu terkadang ada yang bukan orang Indonesia tapi mereka adalah keturunan Arab tulen. 

 Berikut ini merupakan contoh kalimat bahasa Indonesia yang saya kutip dari TRIBUNNEWS.COM, MADINAH  “Ayo hajah lihat-lihat dulu, murah, murah, sepuluh riyal, duapuluh riyal, murah-murah, bisa kurang.” Begitulah kata-kata yang diucapkan sejumlah pedagang di Kota Madinah maupun Kota Mekkah saat mereka melihat wajah-wajah orang Indonesia yang melintas di depan toko mereka. 

Seolah tahu bahwa yang lewat adalah orang Indonesia, para pedagang spontan menawarkan dagangan mereka dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Hampir semua pedagang mulai dari pedagang perhiasan, pedagang perlengkapan Islami seperti Alquran, sajadah dan lain-lain hingga pedagang pakaian cukup fasih berbahasa Indonesia. 

Bahkan tidak jarang para pedangang dengan pembeli dari negara Indonesia saling tawar menawar harga barang, dengan menggunakan bahasa indonesia. Dan yang lebih mengagumkan mereka ternyata belajar bahasa indonesia dengan cara belajar dari para pembeli dari negara indonesia
.
Walaupun para pedagang itu tidak menguasai bahasa indonesia sepenuhnya, hanya mengucapkan kata-kata yang umum seputar harga barang yang di tawarkan, dan cara menawarkan barang.

Untuk sekarang ini Bahasa indonesia sudah banyak di kenal di bangsa arab, jadi orang-orang indonesia yang ingin pergi ke arab saudi untuk menunaikan ibadah haji dan umroh atau pun keperluan lainnya tidak perlu khawatir, karena bahasa indonesia cukup di kenal oleh masyarakat di sana.